Tampilkan postingan dengan label fenomena fisika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena fisika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Aurora

Dapat Tulisan bagus nie yang saya ambil dari http://www.kafeastronomi.com/aurora-dan-proses-terjadinya.html
Tulisannya tentang aurora.....!! taukan tentang aurora...? (kalau belum tau baca aja sendiri tulisannya)....!! hehehe,,,, yang pasti, saya berharap suatu saat nanti saya bisa mengamati langsung fenomena dahsyat ini langsung dengan mata telanjang di tempat terjadinya aurora (daerah kutub).....!! tak apalah meskipun dingin, hehehehehe..............!!

ya sudah, silahkan baca tulisannya...........

Jika diuraikan dengan kata-kata, keindahan langit memang  tidak akan pernah ada habisnya. Sungguh Maha Besar bagi Dia yang menciptakan langit dengan segala isinya.
Kali ini kita akan bersama-sama menguraikan rasa penasaran tentang cahaya yang berpendar luar biasa anggun dalam dinginnya atmosfer lintang tinggi. Kemilau cahayanya yang terang menyerupai fajar di pagi hari, mampu menimbulkan mitos di kalangan Bangsa Yunani. Mereka menyebut pendar cahaya itu sebagai kehadiran Sang Dewa Fajar. Namun demikian, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, mitos Dewa Fajar itu telah tersisihkan dengan nama Aurora.
Aurora merupakan pancaran cahaya pada langit daerah lintang tinggi, sebagai akibat atas pembelokan partikel

Selasa, 18 Oktober 2011

Picture of the day.... (panorama tanggl 17oktb 2011)


Andaikan kita mau menengadah ke langit, menelusuri bintang, menjelajah galaksi, niscaya akan begitu banyak panorama alam yang begitu indah untuk di nikmati…!! Namun manusia hanyalah makhluk dengan kemampuan terbatas, mata kita tak bisa melihat dengan sangat detail tentang panorama alam. Oleh karna itu, kita membutuhkan alat yang bisa membantu kita mengamati alam ini. Dibawah ini adalah foto luar angkasa yang diambil oleh  Hubble Legacy Archive, ESA, NASA tertanggal 18 Oktober 2011


Adapun penjelasan dari gambar ini adalah : 
Terkadang sangat sulit untuk menyembunyikan galaksi di belakang sekelompok galaksi.
Karna Gravitasi cluster terdekat akan bertindak sebagai sebuah lensa besar, menarik gambar dari galaksi yang jauh di sekitar sisi dan sangat mendistorsi mereka. Kasus ini hanya diamati pada gambar yang merupakan hasil dari pemotretan oleh teleskop ruang angkasa HUBBLE. Cluster galaksi ini lebih dikenal dengan nama Para MACS Cluster J1206.2-0847 yang terdiri dari banyak galaksi dan lensing galaksi latar belakang yang berwarna kuning-merah pada busur besar di sebelah kanan.

Pemeriksaan hati-hati gambar akan mengungkapkan setidaknya beberapa galaksi lain pada bagian latar belakang lensanya - banyak muncul sebagai gumpalan memanjang. Gabungan beberapa galaksi (Cluster galaksi) pada bagian latar depan hanya dapat membuat busur mulus seperti jika sebagian besar massanya adalah didistribusikan sebagai materi gelap - dan karena itu tidak terkonsentrasi dalam galaksi cluster yang terlihat.

Menganalisis posisi ini juga memberikan metode astronomi busur gravitasi untuk memperkirakan distribusi materi gelap di dalam cluster galaksi, dan menyimpulkan bahwa ketika konglomerasi besar galaksi mulai terbentuk.

Sumber : http://apod.nasa.gov/apod/ap111017.html

Kamis, 16 Juni 2011

Gerhana Bulan Total....!! (Sebuah fenomena yang indah sekaligus langka)

Subhanallah,,,! fenomena gerhana bulan tadi malam begitu luar biasa. bisa menyaksikan langsung fenomena langka inipun merupakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Fenomena inipum disinyalir merupakan sebuah fenomena langka seperti yang saya tulis pada postingan sebelumnya...............!!

Menurut vivanews.com gerhana total nie akan terjadi sebanyak dua kali dalam tahun nie,,, dan yang kedua diperkirakan pada bulan desember nanti....!! Berikut adalah hasil potretan kami atas fenomena tadi malam....! yah,,, walaupun hasilnya tak seperti gambar pada kamera profesional, namun stidaknya cukup bersukur, soalnya kamera yang kami gunakanpun adalah barang pinjaman,,,!! hohohoooo...!! www.nggakmodal.com




Rabu, 15 Juni 2011

Menanti Fenomena Gerhana Bulan Total

Kamis (16/6) dini hari, gerhana Bulan total akan terjadi dan dapat disaksikan di Indonesia. Gerhana akan dimulai pada pukul 00.25 WIB dan berakhir pada pukul 05.59 WIB. Berdasarkan publikasi NASA, totalitas atau kondisi saat Bulan tak tampak sama sekali akan berlangsung selama 100 menit, dari pukul 02.22 WIB hingga pukul 04.02 WIB, termasuk salah satu gerhana terpanjang dalam waktu 100 terakhir. (http://nationalgeographic.co.id)

Bahkan Observatorium Bosscha membuat tayangan "live streaming" fenomena alam gerhana bulan total mulai Rabu tengah malam pukul 23.30 WIB hingga Kamis pukul 05.00 WIB, dan tayangan tersebut bisa diakses melalui website resmi http:www.bosscha.itb.ac.id "Kami akan ada "live streaming" Gerhana Bulan Total, dan masyarakat dipersilakan akses situs kami di http:www.bosscha.itb.ac.id. Ini akan dimulai dari pukul 23.30 malam nanti, sampai jam lima pagi," kata Direktur Observatorium Bosscha Lembang Hakim L Malasan seperti yang dilangsir dalam situs REPUBLIKA.CO.ID,

Hakim L Malasan mengatakan pada 2011 akan terjadi dua kali gerhana bulan total yang bisa terlihat di Indonesia, yaitu pada 16 Juni dan 10 Desember 2011. Menurut dia, gerhana bulan total yang terjadi pada 16 Juni dini hari nanti, bisa disaksikan masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia, baik di bagian barat, tengah maupun timur. "Untuk masyarakat di wilayah Indonesia bagian barat, proses gerhana akan dimulai pukul 00.30 hingga pukul 05.00 WIB," ujarnya.

Rabu, 04 Mei 2011

Fisika Sepakbola

Goooo ....llll Suara teriakan histeris terdengar di menit ke 30 pertandingan pertama Piala Dunia 2002 di Seoul antara Senegal dan Perancis. Pape Bouba Diop pemain depan Senegal secara mengagumkan dapat memanfaatkan umpan dari El Hadji Diouf. Bola yang datang begitu cepat, disonteknya sehingga penjaga gawang Perancis, Fabien Barthez tidak mampu menahan bola tersebut dan terjadilah gol pertama dalam Piala Dunia ini 

Saat Diop menciptakan gol ini, mungkin ia tidak berpikir tentang fisika. Namun apa yang dia lakukan erat sekali hubungannya dengan fisika. Sebut saja ketika Diop menendang bola ke gawang, ia harus mengarahkan bola dengan kecepatan dan sudut elevasi tertentu. Kecepatan dan sudut elevasi yang terlalu besar, menyebabkan gravitasi bumi tidak mempunyai cukup waktu untuk membawa bola turun sehingga bola akan melewati mistar. Sebaliknya jika sudut elevasi dan kecepatan terlalu kecil, gravitasi bumi akan membuat bola jatuh di depan gawang. Seorang pemain sepakbola profesional adalah seperti seorang ahli fisika, ia harus mampu mengukur dengan tepat berapa besar gaya yang harus diberikan dan kemana arah bola harus ditendang agar bola dapat masuk gawang dengan cukup keras dan akurat.

Sepakbola adalah permainan fisika. Dengan mengerti fisika kita bisa lebih menikmati permainan sepakbola, kita dapat mengerti dan tahu mengapa gerakan bola berbentuk parabola, bagaimana terjadinya tendangan pisang, mengapa penjaga gawang sulit menahan tendangan pinalti, bagaimana orang menyundul bola dengan lebih efektif dan masih banyak lagi. Seorang pemain profesional yang diperlengkapi dengan ilmu fisika akan dapat memperbaiki skill dan kemampuannya.

Gerakan Parabola
Pelajar SMP dan SMU tahu betul tentang gerakan parabola ini. Ketika bola ditendang dengan suatu sudut elevasi tertentu, bola akan bergerak melengkung seperti sebuah parabola. Gerakan ini disebabkan karena adanya gravitasi bumi. Tanpa gravitasi bumi gerakan bola akan lurus ke atas (Gb. 2a). Gravitasi bumi menarik bola ke bawah sehingga kecepatan vertikalnya makin berkurang dan berkurang. Ketika mencapai titik tertinggi kecepatan vertikalnya nol. Selanjutnya gravitasi akan membuat bola bergerak ke bawah dipercepat (Gb. 2b).
Bentuk parabola, tergantung pada kecepatan dan sudut elevasi yang diberikan. Untuk menendang bola sejauh mungkin, pemain sepakbola harus menendang bola dengan sudut elevasi 450.

Template by:

Free Blog Templates